Inilah kisah hidupku, sebuah kesaksian nyata dari insan yang tak berdaya. Sebuah cerita tersutradara oleh yang maha segalanya, Illahi Robbi....
Bermula pada hari Senin legi 1 April 1996 pukul 10.00WIB aku terlahir ke dunia. Subbahanallah dan terimakasih Tuhan Engau telah meniupkan ruh di raga ini, membawaku berada di labirin fana yang pada akhirnya aku kan kembali kepada-Mu jua di senja nanti. Putih, bersih itulah diriku pada masa itu, semuanya serba menyenangkan.. apa yang aku lakukan pasti akan menghadirkan kebahagiaan kepada orang lain.. Saudara, kerabat, dan terutama orang tuaku.
Itulah flash back muhasabahku ketika aku duduk terpaku sendiri, terelung rasa gundah gulana yang menggerus hati.. pedih.. sakit. Namun, semua itu ingin ku tepiskan kembali.. aku muak dengan semua yang berlalu, kesalahan yang pernah aku torehkan di kertas perjalanan hidupku. Kini aku akan merubah haluan menatap ke depan dengan segudang harapan, yang ku harap tercapailah kelak. Sebuah secercah sinar yang akan ku raih baik di dalam labirin fana ini maupun di labirin abadi nanti.. InsyaAllah amin ^^
Bermula pada hari Senin legi 1 April 1996 pukul 10.00WIB aku terlahir ke dunia. Subbahanallah dan terimakasih Tuhan Engau telah meniupkan ruh di raga ini, membawaku berada di labirin fana yang pada akhirnya aku kan kembali kepada-Mu jua di senja nanti. Putih, bersih itulah diriku pada masa itu, semuanya serba menyenangkan.. apa yang aku lakukan pasti akan menghadirkan kebahagiaan kepada orang lain.. Saudara, kerabat, dan terutama orang tuaku.
Seiring berputarnya waktu, aku menginjak tangga-tangga usia yang semakin hari semakin tinggi, kemudian aku menengokke bawah. Betapa curamnya tebing di balik anak tangga ini. Sungguh terlihat gelap, mengerikan, dan suram sangat. Ku sadari bahwa itu semua adalah cerminan. Noda-noda dosa yang pernah aku lakukan, ikut tertoreh di kertas perjalanan hidupku juga. Rekaman-rekaman peristiwa yang aku lalui membuat semakin terisinya kertas putih ini dengan goresan-goresan.. Ya goresan emas dan juga hitam..
hal itu membuatku semakin kukuh di posisi ini, yakni anak tangga yang sedang ku injakki. Aku kan berusaha menghapus goresan hitam itu dengan penghapus, agar tidak tampak lagi. Kemudian kan ku isi kertas putih itu dengan tinta emas, meski dengan perjuangan sekalipun untuk menorehkannya.Itulah flash back muhasabahku ketika aku duduk terpaku sendiri, terelung rasa gundah gulana yang menggerus hati.. pedih.. sakit. Namun, semua itu ingin ku tepiskan kembali.. aku muak dengan semua yang berlalu, kesalahan yang pernah aku torehkan di kertas perjalanan hidupku. Kini aku akan merubah haluan menatap ke depan dengan segudang harapan, yang ku harap tercapailah kelak. Sebuah secercah sinar yang akan ku raih baik di dalam labirin fana ini maupun di labirin abadi nanti.. InsyaAllah amin ^^