CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 29 Mei 2013

Pariwisata


Kopi Joss Angkringan Tugu, Teman Hangatya Malam Nostalgia Jogja



            Nah disini aku mau ngeshare tentang kuliner yang ada di Yogyakarta. Kuliner yang aku tawarin ini bukan kuliner kelas atas yang harganya musti ngerogoh kocek dalam-dalam. Melainkan, cukup merogoh kocek cethek-cethek aja. Yah.. pas dan musti susuk lah buat kantong kita-kita. Apalagi yang kantongnya tebel wiss bener-bener mungkin hanya terkikis berapa centi saja untuk setiap lembarnya.. Haha.. Ada yang tahu kategori kuliner ini? Ini adalah kuliner berjenis cafe. Cafe 3 cerek atau yang familiarnya “Angkringan.”  Cafe berciri khas tenda biru atau oranye ini mudah kita temukan di kota Jogja. Biasanya di persimpangan jalan gitu.
            Dari sekian banyaknya Angkringan atau Cafe 3 cerek yang ada, Angkringan Kopi Joss Tugu yang jadi pentolannya alias paling berkesan. Kenapa??? Karena bertempat disebelah Utara stasiun Tugu Yogyakarta. Siapa sih yang nggak nyaman makan sambil ditemenin nuansa keramah tamahan kota Jogja. Pemandangan lojo-loji yang gagah berdiri berhias lampu kota, keriuhan obrolan canda, dan deretan pertokoan Malioboro. Suara cerobong kereta api yang melintasi di sebelah selatan angkringan, musisi jalanan beraksi menghibur, serta melodi tapakan kaki kuda andhong yang lewat.
            Asik kan, nggak cuma itu aja, Angkringan ini punya menu yang enak-enak dengan harga yang merakyat. Pokoknya murah-meriah tapi tetap kenyang. . Ada nasi kucing dengan harga Rp1.000,00 sudah berlauk teri, sambal, usus, atau oseng-oseng tempe. Selain itu, terdapat gorengan dan lauk yang mendukung lainnya, seperti beragam sate, jadhah, dan aneka baceman yang harganya berkisar Rp500,00 hingga Rp3.000,00. Juga berbagai minuman Rp1.500,00, teh, jahe, tape ketan hijau, maupun jeruk yang disajikan hangat atau dingin sebagai pelepas dahaganya.
            Seperti kuliner yang lain, Angkringan Tugu ini juga memiliki menu andalan yakni Kopi Joss. Kopi yang dicemplungi bara arang ini sudah menjadi primadona untuk menyapu tenggorokan si pengunjung. Harganya hanya Rp3.000,00 sebanding dengan khasiatnya yang dipercaya menghilangkan racun dan mengusir masuk angin di tubuh.
            Jika anda tertarik berkunjung ke Angkringan Tugu ini datang saja. Angkringan ini buka setiap hari mulai pukul 05.00 Sore hingga dini hari. Disana anda bisa duduk lesehan di atas tikar, utara jalan atau duduk di kursi, selatan jalan sambil merasakan hangatnya pembicaraan dan tungku si Cafe. Tunggu apalagi yuk ke sana dan rasakan nostalgianya. Pasti akan menjadi kenangan yang tak terlupakan selama berada di kota Jogjakarta tercinta .^^


Selasa, 12 Maret 2013


SMA N 11 Yogya, Berkiprah Kebangsaan untuk Indonesia Mulia

            SMA Negeri 11 Yogyakarta merupakan satu-satunya sekolah negeri di Yogyakarta yang memiliki wawasan kebangsaan. Hal ini dilatarbelakangi oleh beragam sejarah dan peristiwa penting yang pada saat itu mampu memobilisasi perubahan peradaban bangsa ke arah lebih baik. SMA N 11 Yogyakarta terletak di Jalan A.M Sangaji 50 Yogyakarta, lokasi yang cukup strategis untuk sebuah instansi pendidikan, khususnya di kota pelajar Yogyakarta. Sekolah ini telah berdiri sejak 23 tahun silam, yaitu ketika berubah fungsinya Sekolah Pendidikan Guru Negeri 1 Yogyakarta menjadi Sekolah Menengah Atas Negeri 11 Yogyakarta.
            Sebelum namanya berubah menjadi SMA Negeri 11 Yogyakarta, sekolah menengah atas ini terlebih dulu mengalami perjalanan sejarah panjang. Puncaknya, ketika para pemuda dengan tekadnya menggelar konggres Budi Utomo Pertama pada tanggal 20 Mei 1908 di ruang makan Kweekschool, yang sekarang menjadi Aula Budi Utomo SMA N 11 Yogyakarta. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri gedung SMA N 11 Yogyakarta sebagai saksi bisu perjuangan pemuda kusuma bangsa. Sampai saat ini pun peristiwa tersebut masih diabadikan sebagai peringatan hari kebangkitan Nasional.
            Sebagai sekolah berwawasan kebangsaan, SMA N 11 Yogyakarta juga memperingati hari Kebangkitan Nasional. Momen seperti ini malah menjadi suatu ajang tersediri untuk menanamkan wawasan kebangsaan pada peserta didik. Bentuk pelaksaannya yaitu adanya kegiatan upacara bandera dan sarasehan, sebagai wadah perenungan diri bahwa di era globalisasi yang penuh dengan peluang ini generasi emas Indonesia harus mampu meneruskan tonggak perjuangan tempo dulu melalui pengembangkan intelektual yang luas demi tercapainya cita-cita Indonesia yang mulia.
            Demi menunjang tercapainya kiprah kebangsaan untuk Indonesia mulia SMA N 11 Yogyakarta mempunyai beragam program kerja unggulan baik di bidang akademik maupun non akadmik yaitu pemenuhan 8 standar nasional pendidikan, peningkatan mutu, relevansi, daya saing, akuntabilitas, pencitraan publik, mengembangkan kurikulum pembelajaran yang bersifat afektif dan berbasis ICT, administrasi manajemen sekolah, dan sarana-prasarana yang memadai. Semua itu terpancar dari visi dan misi sekolah  guna terwujudnya sekolah yang unggul serta memiliki intelektualitas, integritas, santun berwawasan kebangsaan dan bercakrawala global.
            Dari beragam pelaksanaan program kerja sekolah, SMA N 11 Yogyakarta telah mampu mencapai satu persatu tujuan yang diharapkan. Bukti nyatanya berupa, kemajuan fasilitas untuk belajar, lingkungan belajar yang nyaman baik secara indoor maupun outdoor, serta terciptanya atmosfer akademik yang konsisten. Sebagai sekolah yang berusia muda, prestasi seperti ini patut diapresiasi bahwa SMA N 11 Yogyakarta juga tidak kalah saing dengan sekolah lain dan mampu mencetak generasi emas yang nantinya dapat menjadi kebanggaan bangsa.



Selasa, 05 Februari 2013

Goresan Pena Pertamaku

Inilah kisah hidupku, sebuah kesaksian nyata dari insan yang tak berdaya. Sebuah cerita tersutradara oleh yang maha segalanya, Illahi Robbi....
Bermula pada hari Senin legi 1 April 1996 pukul 10.00WIB aku terlahir ke dunia. Subbahanallah dan terimakasih Tuhan Engau telah meniupkan ruh di raga ini, membawaku berada di labirin fana yang pada akhirnya aku kan kembali kepada-Mu jua di senja nanti. Putih, bersih itulah diriku pada masa itu, semuanya serba menyenangkan.. apa yang aku lakukan pasti akan menghadirkan kebahagiaan kepada orang lain.. Saudara, kerabat, dan  terutama orang tuaku.

Seiring berputarnya waktu, aku menginjak tangga-tangga usia yang semakin hari semakin tinggi, kemudian aku menengokke bawah. Betapa curamnya tebing di balik anak tangga ini. Sungguh terlihat gelap, mengerikan, dan suram sangat. Ku sadari bahwa itu semua adalah cerminan. Noda-noda dosa yang pernah aku lakukan, ikut tertoreh di kertas perjalanan hidupku juga. Rekaman-rekaman peristiwa yang aku lalui membuat semakin terisinya kertas putih ini dengan goresan-goresan.. Ya goresan emas dan juga hitam..
hal itu membuatku semakin kukuh di posisi ini, yakni anak tangga yang sedang ku injakki. Aku kan berusaha menghapus goresan hitam itu dengan penghapus, agar tidak tampak lagi. Kemudian kan ku isi kertas putih itu dengan tinta emas, meski dengan perjuangan sekalipun untuk menorehkannya.

Itulah flash back muhasabahku ketika aku duduk terpaku sendiri, terelung rasa gundah gulana yang menggerus hati.. pedih.. sakit. Namun, semua itu ingin ku tepiskan kembali.. aku muak dengan semua yang berlalu, kesalahan yang pernah aku torehkan di kertas perjalanan hidupku. Kini aku akan merubah haluan menatap ke depan dengan segudang harapan, yang ku harap tercapailah kelak. Sebuah secercah sinar yang akan ku raih baik di dalam labirin fana ini maupun di labirin abadi nanti.. InsyaAllah amin ^^